Artikel JVGLNews JVGL

Giovanni Carnevali dan Dendam di Rumah Hantu Juventus

Ada rumah yang tidak pernah benar-benar runtuh, hanya kehilangan penghuninya sedikit demi sedikit. Juventus adalah rumah semacam itu. Megah dari luar, dingin di dalam, dengan lorong-lorong yang masih menyimpan suara pemain mahal, kontrak berat, dan gak ada harapan buat ngebantu tim ini tampil lebih baik lagi.

Pernah ada klub kaya yang hobinya gonta-ganti pelatih, aneh memang. Namun, Juventus jauh lebih aneh. Dalam 4 tahun terakhir, klub terbesar di Italia ini karena skandalnya (kata Cicio) justru rutin bergonta-ganti jajaran CEO. 

Juventus memang besar dengan beberapa legenda Prancis. Makanya 2 tahun silam didatangkanlah Daniele Comolli yang bawa napas-napas baru dari Liga Prancis ke klub berjuluk Bianconeri.

Namun, hasilnya agak menyebalkan. Makanya habis Comolli terbitlah Giovanni Carnevali yang dipercaya jadi CEO baru dengan rasa yang Italia banget. Eks bos Sassuolo ini digadang bisa membawa angin lebih segar karena paham luar dalem Serie A cuma belum diundang aja di Youtube.

Kapok Jatuh Cinta kepada Nama

Keabsurdan Juventus musim lalu bukan karena membeli pemain buruk, tapi karena mereka terlalu sering jatuh cinta kepada nama BESAR. Mereka membeli reputasi dan bayangan masa lalu, berharap kebesaran nama seorang pemain akan ikut pindah bersama kopernya ke Turin.

Makanya sekarang Juventus agak lebih modern, dengan beli pemain yang gak terlalu dikenal biar nanti jadi dikenal hingga sangat terkenal. Banyak operasi senyap, transfer yang gak viral, tapi tau-tau belanja.

Carnevali tampaknya membawa cara berpikir berbeda. Kolo Muani dikejar karena memang manajemen ngidam banget. Sementara Kerim Alajbegovic didatangkan untuk kembali jadi aset besar Juventus, the next tulang punggung, modal utama dari pundi-pundi transfer, pemain besar yang semoga aja bisa dihargai lebih dari 100 juta.

Begitu pula dengan Guglielmo Vicario. Juventus memilih meminjamnya dan membatalkan rencana membeli Emiliano Martínez yang usianya lebih tua, gaji lebih tinggi, syukur beralasan sakit jari. 

Dua drama transfer berhasil dicampakkan atau bahkan kita yang ditinggalkan? Selain kisah Martinez yang selangkah lagi berkarier di Turin, Frank Kessie yang sudah didekati sejak 1 semester lalu pun batal di ujung jalan karena permintaan yang unik.

JVGL

Fino alla fine, forza uhuuuy~