Artikel JVGLNews JVGL

Kolo Muani ke Juventus: Dipake Nggak, Dijual Murah Kagak

Kuping udah mulai bengkak dengar berita Kolo Muani ke Juventus yang musim ini diulang-ulang terus. Posisinya kaya jual beli, yang beli sampai nginep di ruko penjualnya buat nebus barang favoritnya.

Ini beneran harusnya udah deal sih, kalo gagal traumanya bakal kaya Dzeko atau Berardi, yang tiap season abis selalu saja diberitain Juventus berminat mendatangkan sang pemain. Kaya ada rindu yang diabaikan dan harus segera diobati dengan datangnya pemain.

Makanya, masuk episode 500-an kaya sinetron Tukang Bubur Naik Damri, transfer Kolo Muani ke Juventus mulai ketemu raja terakhir. Juventus dikabarkan mengajukan tawaran lebih dari €40 juta ditambah bonus.

Muani mau nerima tawaran gaji €4,5-5 juta per musim dengan kontrak panjang sampai 2031. Bak cinta dua sejoli yang terpisahkan oleh restu orang tua, Kolo Muani mau ke Juventus dan Juventus mau Kolo Muani.

Kayak Cinta dan Rangga, Romeo and Juliet, atau Oneng dan Bajuri. Kolo Muani rasanya sudah mengemasi koper, tinggal login Traveloka buat pindah ke Turin bergabung di mess bareng pegawai Perancis lainnya.

Drama Kolo Muani ke Juventus

Transfer besar biasanya memiliki dua jenis drama. Drama karena pemainnya ragu atau klubnya terlalu banyak berpikir.

Dalam kasus ini, Kolo Muani justru sudah memberikan sinyal yang jelas. Ia ingin kembali ke Juventus, sementara PSG masih sibuk menghitung angka.

Lucunya, situasi Kolo Muani di PSG juga kaya tetangga punya treadmill di rumah. Debunya sudah setebal skripsi mahasiswa. Tidak pernah dipakai. Mau dipinjam tetangga tidak boleh. Mau dibeli orang juga dipatok harga setara treadmil baru.

Begitulah nasib Randal Kolo Muani di kampungnya Misaki.

JVGL

Fino alla fine, forza uhuuuy~